Aku menanti di depan layar komputer harap-harap cemas, menunggu toolbar chatting di pojok kanan bawah berkedip tanda balasan dari seseorang di seberang sana. Jantungku berdebar, mata tak lepas mengawasi halaman putih biru itu di depan mataku persis. Pasti sudah banyak yang tahu situs apa yang aku maksud. Yap, Facebook!
‘Dia’ belum juga membalas sapaku. Tak apa, aku tunggu sambil mengomentari teman-teman yang menghujat update statusku. Tiba-tiba toolbar chatting berkedip dan mengeluarkan bendera merah dengan angka 2. Wow..’dia’ membalas…
Sibuk banget dehh kayaknya..
Wuahh, senyumku langsung mengembang. Aku melototi layar monitor. Siapa tahu aku salah baca, atau ini hanya imajinasiku. Ternyata tidak. ‘Dia’ benar-benar membalas sapaku! Aku buru-buru membalas dengan tangan gemetar.
Hmm..bisa aja d
Reuni? Hahaha..Itu hanya akal busukku, alasan supaya aku dapat bertemu. Aku berdoa jika dia setuju buat reunian, teman-teman sibuk dan hanya tinggal kami berdua.hihihii..ngarep! Oh iya, aku belum cerita tentang ‘dia’.
Dia adalah Sandra (nama disamarkan), kami bertemu ketika mengikuti salah satu kepanitian tingkat kampus, kebetulan kami satu kampus namun beda fakultas, dia menimba ilmu di Fakultas berbau IT dan aku engineering. Aku mulai menyukainya sejak awal kita berkenalan bahkan sejak pertama aku melihatnya mungkin. Sayang, setelah urusan kami di kepanitian itu usai, kami tidak pernah bertemu lagi karena kesibukan masing-masing. Dan baru kali ini aku bisa bertemu lagi, lewat facebook.
Wabah facebook memang sedang melanda kampusku. Salah satu dosenku mencak-mencak karena fasilitas hotspot area dan free internet bukan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan kuliah tapi malah untuk ber-FB. Walaupun pihak kampus sudah memblokir sistem untuk tidak bisa membuka facebook dikala jam aktif perkuliahan, tapi tetap saja, namanya mahasiswa selalu punya akal.
Balik lagi ke chatting-ku bersama Sandra. Ternyata dia setuju untuk ketemuan dan minta nomor HP-ku. Waw...semua ini berkat FB..Impianku bertemu Sandra akan terwujud tak lama lagi.
Aku benar-benar mempersiapkan diri seolah ajakan bertemu ini kencan. Ketemuan sama cinta pertama, gitu. Aku lihat statusnya di FB ternyata masih single dan aku juga lagi jomblo, hehhehe..
Di hari H, aku seperti bermimpi. Aku benar-benar bertemu Sandra, cinta pertamaku. Di tengah asyik ngobrol dan melepas rindu, tiba-tiba Sandra melambaikan tangan ke arah pintu masuk, tepat di mana seorang cowok berkulit putih dan memakai kacamata masuk. Ketika dia menghampiri tempat duduk kami, Sandra mengatakan, “Kenalin, ini cowokku..”
JEGER..!! Hatiku serasa ditimpa palu godam gobam, tapi aku masih mencoba berbasa-basi (busuk).
“Tapi status FB kamu masih single? Ayo..diumpetin nih masnyaa yaa..hehehe”
“Oh, kamu lihat profile aku, ya? Iya, aku belum sempat update.hehehe, paling nanti dehh” jelas Sandra.
Entah kenapa tiba-tiba bayangan pak dosen mencak-mencak melintas di pikiranku. Aku salah satu mahasiswa yang rajin memanfaatkan fasilitas gratis internet di kampus dan bikin dosen mencak-mencak. Aku yang dulunya merasa kesal dengan kebijakan kampus memblokir facebook, sekarang malah semangat mendukung di belakangnya. Facebook itu tidak berguna, menyesatkan, saya korbannya pak…ahahaha
No comments:
Post a Comment