Belakangan ini beberapa bait cerita mimpi buruk sering menemani tidurku, entahlah kenapa. Mulai dari mimpi kehilangan, mimpi berada dalam situasi darurat bahkan sampai mimpi kematian.
Katanya, nih, mimpi itu adalah bunga tidur. Merajuk pada kata bunga yang identik dengan keindahan, harusnya cerita di mimpi juga indah-indah dong..hehe. Apesnya gw, justru kadang sebaliknya. Memang sih nggak setiap hari, tapi tetap aja, sekalinya mengalami, perasaan jadi nggak tenang berkepanjangan. Minggu lalu gw mengalami hal serupa, mimpi yang benar-benar menakutkan buat gw bahkan ketika terbangun dari tidur gw sadar sudah menangis selama tidur tadi.
Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kita mengalami mimpi buruk, salah satunya jika sedang mengalami kecemasan. Misalnya nih, karena harus menghadapi dosen galak di sidang skripsi, gara-gara menghilangkan dokumen penting yang harus dikumpulkan besok atau karena baru saja bertengkar hebat dengan pasangan.
Sama seperti jatuh cinta (hihihihi), mimpi buruk nggak pilih-pilih target. Semua orang bisa mengalaminya, mulai dari anak-anak sampai manula. Secara klinis, mimpi buruk sering dialami orang yang mengalami trauma berat. Banyak korban peristiwa traumatik mengalami mimpi buruk berhari-hari sampai bulanan bakan, karena kondisi psikologisnya, nggak ditangani dengan baik. Contohnya nih, korban gempa atau korban tsunami. Pastinya peristiwa tersebut bakal terus membayangi deh...
Cewek lebih rentan??
Berdasarkan penelitian Jennie Parker dari University of The West of England, pada 193 responden usia 18-25 tahun, responden cewek lebih sering mengalami mimpi buruk dibandingkan responden cowok. Dari penelitian yang sama, katanya sih responden cowok lebih sering mimpi jorok daripada mimpi buruk, hehehe. Sepertinya buat yang satu ini sudah identik yaa, menurut gw loh..ahaha
Jika mimpi buruk cowok sering berkisah seputar kekerasan fisik, sedangkan pada cewek biasanya mimpi buruk melibatkan kehilangan orang terdekat atau merasa dikejar-kejar sosok menyeramkan (that’s absolutely true, i think). Katanya sih, hal ini terjadi karena cewek lebih emosional dan sering merasa cemas dalam menghadapi persoalan hidup. Hmmm…
Katanya, nih, mimpi itu adalah bunga tidur. Merajuk pada kata bunga yang identik dengan keindahan, harusnya cerita di mimpi juga indah-indah dong..hehe. Apesnya gw, justru kadang sebaliknya. Memang sih nggak setiap hari, tapi tetap aja, sekalinya mengalami, perasaan jadi nggak tenang berkepanjangan. Minggu lalu gw mengalami hal serupa, mimpi yang benar-benar menakutkan buat gw bahkan ketika terbangun dari tidur gw sadar sudah menangis selama tidur tadi.
Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kita mengalami mimpi buruk, salah satunya jika sedang mengalami kecemasan. Misalnya nih, karena harus menghadapi dosen galak di sidang skripsi, gara-gara menghilangkan dokumen penting yang harus dikumpulkan besok atau karena baru saja bertengkar hebat dengan pasangan.
Sama seperti jatuh cinta (hihihihi), mimpi buruk nggak pilih-pilih target. Semua orang bisa mengalaminya, mulai dari anak-anak sampai manula. Secara klinis, mimpi buruk sering dialami orang yang mengalami trauma berat. Banyak korban peristiwa traumatik mengalami mimpi buruk berhari-hari sampai bulanan bakan, karena kondisi psikologisnya, nggak ditangani dengan baik. Contohnya nih, korban gempa atau korban tsunami. Pastinya peristiwa tersebut bakal terus membayangi deh...
Cewek lebih rentan??
Berdasarkan penelitian Jennie Parker dari University of The West of England, pada 193 responden usia 18-25 tahun, responden cewek lebih sering mengalami mimpi buruk dibandingkan responden cowok. Dari penelitian yang sama, katanya sih responden cowok lebih sering mimpi jorok daripada mimpi buruk, hehehe. Sepertinya buat yang satu ini sudah identik yaa, menurut gw loh..ahaha
Jika mimpi buruk cowok sering berkisah seputar kekerasan fisik, sedangkan pada cewek biasanya mimpi buruk melibatkan kehilangan orang terdekat atau merasa dikejar-kejar sosok menyeramkan (that’s absolutely true, i think). Katanya sih, hal ini terjadi karena cewek lebih emosional dan sering merasa cemas dalam menghadapi persoalan hidup. Hmmm…
No comments:
Post a Comment