20111025

Pensil dan Rautannya

Pensil yang tajam harus rela melepaskan banyak hal
merelakan kulitnya pergi ketika ia diraut
merelakan tubuhnya semakin pendek dari hari ke hari, bila ingin semakin tajam
mereelakan posisinya digantikan oleh pensil yang lain, ketika tubuhnya tak layak lagi untuk dipakai

Pensil dan guratannya itu saya
saya jatuh cinta mendengarkan mereka saling bersentuhan
KREESSS KRESSS - desirnya
Mereka seperti nada diam
melantun dalam kesepian
itu saya bukan? :)

Saya pernah membaca buku Totto Chan, salah satu buku kesukaan saya
Di sana ada kalimat yang kurang lebih berbunyi begini,

"Tai Chan, aku akan tetap meraut pensilmu karena aku sayang padamu"

Kalimat ini begitu terngiang-ngiang di kepala saya
sederhana, memaknai dengan tulusnya

Bisa saja mencintai itu sama halnya seperti meraut pensil
Seberapa banyaknya kau berani untuk meraut hatimu
melepaskan kulitnya
rela menjadi pendek
supaya kau lebih tajan untuk mencintai pasanganmu

Walau pada ujungnya nanti,
akan muncul pertanyaan ini

"If not now, then when?"


tidak ada jawaban
........

Lalu kau harus rela untuk digantikan dengan pensil yang lain
kalau memang hal ini terjadi, apa kau masih punya hati yang besar untuk bilang,

"Tai Chan, aku akan tetap meraut pensilmu karena aku sayang padamu"

No comments: